Rubber Fender Type D

Spesifikasi Rubber Fender Type D

Rubber Fender Type D adalah Rubber Fender yang dapat digunakan pada berbagai jenis konstruksi antara lain :

  • Rubber Fender D pada  Dermaga, Jetty dan Pelabuhan
  • Rubber Fender D untuk Kapal penempatan di anjungan dan buritan kapal
  • Rubber Fender D sebagai Loading Dock Bumper di Gudang

 

Rubber Fender Type D

Rubber Fender Type D

Iklan

Rubber Fender Type V

Spesifikasi Rubber Fender Type V

Rubber Fender Type V adalah Rubber Fender yang paling banyak penggunaannya di dermaga,jetty dan pelabuhan di Indonesia. Berikut Spesifikasi dan Drawing Dimensi Rubber Fender Type V Gada Bina Usaha.

 

Alat Tambat Kapal

A. Mooring System

Fungsi mooring pada prinsipnya adalah untuk “mengamankan” posisi kapal agar tetap pada tempatnya. Secara umum, mooring system yang digunakan untuk FSO/FPSO (Floating Production Storage and Offloading) adalah Spread Mooring, Turret Mooring, Tower Mooring, dan Buoy Mooring.

1. Spread Mooring

Boleh dibilang spread mooring adalah cara yang paling sederhana sebagai sarana tambat FSO/FPSO, karena pada system ini tidak memungkinkan bagi kapal untuk bergerak/berputar guna mencapai posisi dimana efek-efek lingkungan semisal angin, arus dan gelombang relative kecil. Namun hal ini akan mengakibatkan beban lingkungan terhadap kapal menjadi semakin besar, yang mana akan mengakibatkan bertambahnya jumlah mooring lines dan atau line tension-nya. Peralatan yang digunakan biasanya merupakan peralatan yang pada umumnya sudah tersedia di kapal. Pada system ini digunakan satu set anchor legs dan mooring lines yang biasanya terletak pada posisi bow dan stern kapal. Karena peralatan yang digunakan relative sederhana, maka tidak perlu dry docking untuk melakukan modifikasi terhadap mooring systemnya. Spread mooring dapat diterapkan pada setiap type kapal, namun dengan tetap memperhatikan fasilitas produksi di atas kapal. Pada FPSO Belanak Natuna yang di atasnya terdapat fasilitas produksi crude oil dan LPG, maka posisi fixed heading menjadi kebutuhan yang sangat penting dan oleh karenanya digunakan system spread mooring, karena pergerakan/perputaran dari kapal akan sangat berpengaruh pada proses produksi LPG. Pada system ini, peralatan offloading biasanya terletak di bow atau stern kapal, atau dengan menggunakan buoy yang didedikasikan khusus untuk sarana transfer cargo.

2. Turret Mooring
Pada system ini kapal dihubungkan dengan turret, yang mana dengan adanya bearing memungkinkan kapal untuk dapat berputar. Dibandingkan dengan spread mooring, pada system ini riser dan umbilical yang diakomodasi dapat lebih banyak lagi. Turret mooring dapat berupa external turret atau internal turret :
External Turret
External Turret dapat diletakkan pada posisi bow atau stern kapal, di luar lambung kapal, memungkinkan kapal untuk dapat berputar 360 derajat dan beroperasi pada kondisi cuaca normal maupun extreme. Chain leg “ditanam” di dasar laut dengan anchor atau piles. Biaya pembuatannya lebih murah dibandingkan dengan internal turret dan modifikasi yang dilakukan di kapal tidak terlalu banyak. Selain posisi turret, perbedaan lain dibandingkan dengan internal turret adalah posisi chain table-nya. Pada external turret, chain table terletak di atas water level, sedangkan pada internal turret, chain table terendam di bawah garis air. Pada umumnya system ini digunakan di perairan yang tidak terlalu dalam dan pada lapangan yang relative kecil.Contoh aplikasi di Indonesia : FPSO Anoa Natuna
Internal Turret
Keunggulan system ini adalah dapat terpasang secara permanen maupun tidak (dis-connectable), dapat diaplikasikan pada lapangan dengan kondisi lingkungan yang moderat sampai ekstrim, dan sesuai untuk deepwater. System ini dapat mengakomodasi riser hingga 100 unit dan kedalaman laut hingga 10,000 feet. Rasanya belum ada contoh aplikasi di Indonesia.

3. Tower Mooring
Pada system ini FSO/FPSO dihubungkan ke tower dengan suatu permanent wishbone atau permanen/temporary hawser. Sesuai untuk laut dangkal hingga sedang dengan arus yang cukup kuat.Keuntungannya adalah :
Transfer fluida yang sederhana, dengan menggunakan jumper hoses dari tower ke kapal,
Akses langsung dari kapal ke tower,
Modifikasi yang tidak terlalu banyak pada kapal,
Semua mechanical equipment terletak di atas sea level.
Contoh aplikasi di Indonesia : FSO Ladinda

4. Buoy Mooring
Pada system ini sebuah buoy digunakan sebagai mooring point kapal dan untuk offloading fluida. Tujuan utamanya adalah untuk transfer fluida dari daratan atau fasilitas offshore lainnya ke kapal yang sedang ditambatkan. Komponen-komponennya antara lain:
Buoy Body, sebagai penyedia stabilitas dan buoyancy
Komponen Mooring dan Anchoring, menghubungkan buoy dengan seabed dan hawser menghubungkan buoy dengan kapal
Product transfer Sytemo Auxiliary System, boatlanding, lifting, dan sebagainya.
Contoh aplikasi di Indonesia : FSO Arco Ardjuna

B. Mooring and Anchor Systems
Mooring and Anchor Systems didesain agar bisa dioperasikan dengan cepat dan aman, terdiri dari anchor (jangkar), anchor chain (rantai jangkar), windlass (mesin kerek jangkar), mooring machinary, hawse pipe, chain locker, mooring gear, rigging (tali temali), dan tipe pengaturan penambatan.
overview of anchor and mooring gear

1. Jangkar (anchor)
Jangkar merupakan salah satu dari komponen kapal yang berguna untuk membatasi olah gerak kapal pada waktu labuh di perlabuhan agar kapal tetap dalam keadaannya meskipun mendapatkan tekanan oleh arus kapal, angin, gelombang dan untuk membantu dalam penambatan kapal pada saat diperlukan. Perlengkapan jangkar terdiri dari jangkar, rantai jangkar, lubang kabel jangkar, stoper, dan handling jangkar.

Jangkar dibedakan berdasarkan menjadi:

a. Holding power (HP)/kekuatan cengkram.

  • Conventional
  • High holding power (HHP)
  • Super high holding power (SHHP)

b. Posisi (position)

  • Jangkar haluan (bower anchor)
    Peralatan utama yang dipakai bilamana kapal membuang sauh atau menahan kapal di dasar laut dan selalu siap terpasang pada lambung kiri dan kanan pada haluan kapal. Selain dua buah jangkar utama, juga terdapat jangkar cadangan dimana berguna sebagai pengganti jangkar utama bilamana salah satu dari jangkar utama tersebut hilang, jangkar ini ditempatkan di muka haluan kapal agar selalu siap bilamana diperlukan. Bower anchor dibedakan menjadi 2 :

    • Stockless anchor (jangkar tanpa tongkat).
    • Stock anchor (jangkar dengan tongkat).
    • Hanya untuk kapal kecil.
    • Tanpa engsel.
    • Disimpan di geladak bangunan atas depan, dioperasikan oleh davit.
    • Jangkar arus (strern anchor)
      Dikenal sebagai ”stream anchor”. Dipergunakan untuk menahan haluan maupun buritan kapal, supaya tidak berputar terbawa arus deras. Disimpan de geladak.
      Bower anchor mempunyai berat tiga kali dari stream anchor atau enam kali lipat berat kedges.

c. Bentuk (type)

  • Grapnel anchor
    Mampu mencengkeram karang dan mengambil benda yang jatuh ke laut.
    • Fluke anchor
      Kemampuan mencengkeram sempurna dan hemat tempat.
    • Mushroom anchor (bentuk jamur)
      Untuk kapal-kapal kecil dan inflatables.
    • Plow anchor (bentuk bajak)
      Cocok untuk kapal pesiar (yacht)
    • Kapal biasanya dilengkapi dengan 3 macam tipe jangkar, yaitu : Jangkar cemat (kedges); Dipakai untuk mengangkat kapal bila terjadi keadaan bahaya, Jangkar haluan (bower anchor), dan Jangkar arus (strern anchor).

    Perencanaan/susunan penjangkaran harus dilengkapi guna :

    • Dengan cepat menurunkan jangkar haluan, mengeluarkan/mengulur kabel rantai sesuai kedalaman yang dibutuhkan dan menghentikan jalannya secara halus (dilakukan oleh anchoring machinery).
    • Menarik rantai jangkar berikut jangkarnya (dilakukan oleh anchoring machinery).
    • Mengikat rantai jangkar dengan pasti pada badan kapal saat membuang sauh dan dalam pelayarannya tak ada rantai yang diberikan bergerak yang dapat membahayakan.
    • Menempatkan jangkar pada lambung dengan baik (stoper).
    • Dapat menyimpan dan menempatkan jangkar dengan mudah (berhubungan dengan desain).
    • Dapat meluncurkan jangkar dan rantainya dengan cepat dari lambung dan menjatuhkanya keluar lambung (pengaman rantai terhadap lambung).
    • Dengan cepat mengeluarkan jangkar dari rantainya.
    • Ditinjau dari kegunaan diatas maka jangkar beserta perlengkapannya harus memenuhi persyaratan antara lain:
    • Jangkar-jangkar di atas kapal harus memenuhi persyaratan mengenai berat, jumlah dan kekuatannya.
    • Panjang, berat dan kekuatan rantai jangkar harus cukup.
    • Rantai jangkar harus diikat dengan baik dan ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat dilepaskan dari sisi luar bak rantainya.
    • Peralatan jangkar termasuk bentuknya, penempatannya, dan kekuatannya harus sedemikian rupa hingga jangkar itu dengan cepat dan mudah dilayani.
    • Harus ada jaminan, agar pada waktu mengeluarkan rantai, dapat menahan tegangan-tegangan dan sentakan-sentakan yang timbul.

Rubber Bumper

Rubber Bumper Loading Dock

Rubber Bumper (Bumper Karet) yang terpasang pada dinding loading dock  berfungsi sebagai pencegah kerusakaan saat kendaraan sandar /parkir.keuntungan yang didapat dari pemakaian Rubber Bumper adalah dinding aman dari benturan kendaraan dan pada bagian kendaraan kerusakaan dapat diminimalisasi.

aplikasi Rubber Bumper Loading Dock antara lain :

  • lokasi Industrial terutama gudang bongkar muat barang
  • bangunan plaza komersial terutama lokasi ware house
  • pool kontainer,bus, dan truk
  • area parkiran bandara,terminal, dan pelabuhan

Rubber Bumper (Karet Bumper) pada loading dock dimensi dan model tergantung dari permintaan customer,adapun Rubber Bumper standart yang umum digunakan adalah model bumper D dan Square.

Gada Bina Usaha menerima pembuatan Rubber Bumper untuk Loading Dock dengan berbagai spesifikasi dan model berikut pemasangan di seluruh wilayah Indonesia

 

Elastomeric Bearing Pads

Elastomeric Bearing Pads Konstruksi dan Industri

 Gada Bina Usaha memproduksi ELASTOMERIC BEARING PAD dengan teknologi canggih menggunakan HOT PRESS Machine (PIONEER ON LINE SHOP PRODUK ELASTOMERIC BEARING PADS).
Produk Elastomeric Bearing Pad kami digunakan dalam berbagai penggunaan di dunia konstruksi dan Industri
terutama sebagai perletakan elastomer jembatan,aplikasi yang lain antara lain :
sebagai bantalan karet di drainase,pedestal coloum,pondasi gedung,area parkir,peredam getaran mesin,bantalan di crusher stone,celah antar beton,walkway,flyover,peredam mesin boiler,peredam pompa,bearing pad genset,bantalan kontainer,dsb.
Gada Bina Usaha memproduksi Elastomeric Bearing Pad dengan kualitas material yang dapat dipercaya, pada dasarnya kami memproduksi material dari karet alam dan sintetik.sesuai pesanan khusus kami dapat mengerjakannya.
Customer kami tersebar di Indonesia baik itu BUMN,Multinasional dan swasta,(dapat kami tunjukkan).
Pada kebanyakan Elastomer Bearing Pad yang kami produksi by order berbentuk karet persegi panjang atau bujursangkar dengan ketebalan yang bervariasi,contoh ukuran yang kami buat adalah :
Elastomeric Bearing Pad 300 X 350 X 36 mm
Elastomeric Bearing Pad 400 X 350 X 39 mm
Elastomeric Bearing Pad 450 X 400 X 45 mm
ukuran Elastomer Karet diatas adalah ukuran standard Perletakan Elastomer Jembatan PU
masih banyak ukuran-ukuran yang lain yang telah kita produksi berdasarkan pesanan customer.
2 Jenis Elastomeric Bearing Pad adalah dengan menggunakan Plat didlamnya (Laminated Elastomeric Bearing Pad ) dan Plain Elastomeric Bearing Pad Elastomer Karet tanpa plat (polos)
Kami Perusahaan terpercaya untuk produk Elastomeric Bearing Pad dengan transaksi aman dengan menggunakan Account Bank atas nama Perusahaan (bukan pribadi).
Hub kami :
Gada Bina Usaha Workshop

Gada Bina Usaha Workshop

CV.Gada Bina Usaha
Asrikaton Indah F6 Graha GBU Malang
HOTLINE   : 081233069330

 

Bollard

Bollard Dermaga

Sistem saat kapal berlabuh selain membutuhkan Rubber Fender juga membutuhkan Bollard (Bolder) sebagai alat penambat tali kapal

Macam Bollard antara lain :

  • Bitt Bollard
  • Harbour (Curve) Bollard
  • Tee Bollard
  • Staghorn Bollard
  • dan type yang lain nya
Bollard

Bollard

Bollard Dermaga terbuat dari Ferro Casting (Besi Cor) dibentuk sesuai model standard Bollard dalam pemasangan Bollard sebagai salah satu Accesories dermaga diperkuat menggunakan Anchor Bolt galvanis.