Rubber Fender Type Cell

Spesifikasi Rubber Fender Type Cell

 

Pelabuhan Laut Di Indonesia

Daftar Nama Pelabuhan-Pelabuhan di Indonesia

Aceh Banda Aceh Lhokseumawe, Sabang
Sumatera Utara Medan Belawan
Sumatera Barat Padang Teluk Bayur
Riau Pekanbaru Perawang, Batu Ampar, Batam, Dumai, Kijang
Jambi Jambi Talang Duku
Sumatera Selatan Palembang Boom Baru
Bengkulu Bengkulu Pulai
Lampung Bandar Lampung Panjang
Bangka Belitung Pangkal Pinang Pangkalbalam, T
Banten Serang Ciwadan, Anyer, Cigading
Jakarta DKI Jakarta Tanjung Priok
Jawa Barat Cirebon Cirebon
Jawa Tengah Semarang Tanjung Emas, Tanjung Intan (Cilacap)
Jawa Timur Surabaya Tanjung Perak, Tanjung Wangi
Kalimantan Barat Pontianak Pontianak
Kalimantan Tengah Palangkaraya Sampit
Kalimantan Selatan Banjarmasin Banjarmasin
Kalimantan Selatan Banjarmasin Kotabaru
Kalimantan Timur Samarinda Balikpapan, Samarinda, Bontang, Tanjung Bara
Sulawesi Utara Manado Bitung
Gorontalo Gorontalo Gorontalo
Sulawesi Selatan Makasar Makasar
Sulawesi Tenggara Kendari Kendari
Bali Denpasar Benoa, Gilimanuk
NTB Mataram Lembar
NTT Kupang Tenau
Maluku Utara Sofifi Ternate
Maluku Ambon Ambon
Papua Barat Manokwari Sorong
Papua Tengah Biak Biak
Papua Timur Jayapura Merauke

Kapal Tunda (Tug Boat), Kapal Pandu (Pilot Boat),Kapal Kepil (Mooring Boat), Tongkang Air

Kapal Tunda (Tug Boat), Kapal Pandu (Pilot Boat),Kapal Kepil (Mooring Boat), Tongkang Air

Kapal Tunda (Tug Boat)

Kapal tunda digunakan untuk memberikan pelayanan kepada kapal yang mempunyai panjang lebih dari 70 m yang nelakukan gerakan (olah-gerak) di perairan wajib pandu, baik yang akan sandar ataupun meninggalkan pelabuhan, dengan cara menggandeng, mendorong dan menarik. Pemanduan kapal tersebut dimaksudkan untuk kepentingan pertimbangan keselamatan pelayaran.

 

Gambar

  Tug Boat

Kapal tunda memiliki kemampuan manuver yang tinggi, tergantung dari unit penggerak. Kapal Tunda dengan penggerak konvensional memiliki baling-baling di belakang, efisien untuk menarik kapal dari pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Jenis penggerak lainnya sering disebut Schottel propulsion system (azimuth thruster/Z-peller) di mana baling-baling di bawah kapal dapat bergerak 360° atau sistem propulsi Voith-Schneider yang menggunakan semacam pisau di bawah kapal yang dapat membuat kapal berputar 360°.
Jenis kapal tunda:
  • Kapal tunda konvensional / Towing or Pusher Tug
  • Kapal tunda serbaguna / Utility Tug
  • Kapal tunda pelabuhan / Harbour Tug

Kapal Pandu (Pilot Boat)

Kapal pandu adalah saran transportasi laut bagi petugas pandu untuk naik/turun ke/dari kapal yang dipandu dalam berolah-gerak di perairan wajib pandu, perairan pandu luar biasa dan perairan di luar perairan wajib pandu saat masuk/keluar pelabuhan atau sandar dan lepas ke/dari dermaga/tambatan.

Wikipedia : Kapal pandu adalah kapal yang memandu kapal besar masuk kedalam pelabuhan melalui alur yang berbahaya dan ramai sampai sandar di dermaga. Merupakan salah satu jabatan tertua yang sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pelayaran.

Gambar

Kapal Pandu

Tipe kapal pandu tergantung kepada daya kapal yang saat ini dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu:

–                Motor Pandu II dengan daya 150 HP s/d 200 HP

–                Motor Pandu I dengan daya 300 s/d 350 HP

                Motor Pandu IS dengan daya 600 s/d 80 HP

 Jumlah awak kapalnya tergantung besar kecilnya kapal pandu yaitu antara 4 – 6 orang yang bisa mengangkut tenaga pandu 2 – 12 orang.

Kapal Kepil (Mooring Boat)

Kapal kepil (mooring boat) adalah sarana bantu pemanduan, khususnya dalam penambatan (sandar)/ lepas kapal yang dipandu dalam berolah-gerak di perairan wajib pandu, perairan pandu luar biasa dan perairan di luar perairan wajib pandu khususnya untuk kapal yang panjangnya lebih dari 30 meter. Tipe kapal kepil berdasarkan dayanya dibagi menjadi dua yaitu dengan daya 120 s/d 150 HP dan 200 s/d 350 HP dengan jumlah SBK sebanyak 4 orang 

Gambar

 

 

Tongkang Air

Tongkang air digunakan untuk mensuplai (melayani kebutuhan) air bersih ke kapal, terutama yang berlabuh di rede  atau di tempat lain yang tidak terjangkau jaringan instalasi air bersih. ABK-nya minimal 4 orang seperti halnya kapal kepil.

Gambar

                Tongkang

Pemilihan Rubber Fender

Kriteria Pemilihan Rubber Fender

Rubber Fender (Karet fender) adalah Produk barang jadi yang digunakan untuk mencegah benturan langsung antara kapal dengan dinding dermaga yang dapat mengakibatkan kerusakan ,baik pada sisi kapal yang langsung bersandar maupun sisi dermaga yang menahan badan kapal.

sesuai dengan fungsi dan kegunaannya,Fender harus mampu mengabsorpsi energinya,benturan yang tinggi dengan gaya reaksi yang relative rendah serta melibatkan perhitungan terhadap jenis/berat kapal,kecepatan dan sudut sandarnya.

Faktor Penting dalam memilih Fender adalah

  • Energi Absorpsi
  • Gaya Reaksi
  • Defleksi rata-rata

BEnergi Absorpsi

Merupakan kemampuansebuahfender dalam setiap tumbukan yang mengenainya.Penyerapan ini satunya terjadi dengan merubah gaya luar yang mengenainya menjadi gaya untuk perubahan bentuk fender(deformasi).

Atas dasar tersebut,bentuk /desain suatu fender harus mendukung terjadinya deformasi itu,dan deformasi tersebut tidak boleh bersifat permanent,sehingga desain compounya harus memiliki compression set rendah.

C.Gaya Reaksi / Reaction Force

Adalah Gaya reaksi dari fender pada saat menerima beban .gaya ini timbul sebagai gaya aksi reaksi fender itu yang sebagian diteruskan ke konstruksi pelabuhan dan sebagian lainnya dikembalikan ke kapal yang membanturnya sebagai gaya pantul.

gaya reaksi fender harus lebih rendah daripada daya tahan konstruksi pelabuhannya.bila hal ini diabaikan maka akan terjadi kerusakan struktur pada pelabuhan.

D.Defleksi Rata-Rata

adalah nilai Energy Absortion/Reaction Force atau EA/RF

dari kedua karakteristik terdahulu,maka sebaiknya sebuah fender memiliki nilai defleksi rata-rata(EA/RF) yang rendah karena ini menunjukkan performance fender bagaimana ia bereaksi ketika menerima beban.